PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK INFUSA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN WISTAR (Rattus norvegicus)

Authors

  • Muhimmatull Khoiriyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
  • Ainu Zuhriyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
  • Abdul Basith Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Keywords:

Diabetes Mellitus, tikus putih, hiperglikemia, ekstrak infusa jamur tiram putih

Abstract

Diabetes mellitus atau lebih serinng disebut kencing manis merupakan suatu penyakit yang menjadi permasalahan terbesar tidak hanya di Indonesia, DM sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan dan kurang dari 90% tidak sadar kalau terkena DM dan penyakit ini merupakan salah suatu kategori penyait self reminder dimana tanpa disadari penyakit ini bisa menyebabkan beberapa penyakit lainnya (komplikasi) dan fatalnya dapat menyebabkan kematian. Pada pasien DM harus mengontrol pola hidup yang sehat dan setiap harinya mengkonsumsi obat untuk mengontrol adar gula darah. Karena penggunaan obat kimia yang setiap  hari hal tersebut juga tidak baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan sehingga penggunaan obat bahan alam merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak infusa jamur tiram dalam menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi Streptozotocin. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan hasil bahwa jamur tiram  mampu menurunkan kadar gula darah, dengan kandungan senyawa beta glucan dan beberapa senyawa metabolit sekunder yang meliputi alkaloida, flavonoid, saponin dan triterpenoid, senyawa-senyawa tersebut yang mampu menurunkan kadar gula darah. Dengan menggunakan Metode penelitian true experiment rancangan acak lengkap (RAL), yang direncanakan terdiri dari 24 ekor tikus putih terbagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok normal, kelompok positif, kelompok glibenclamide, kelompok pelakuan dengan variasi dosis yang berbeda yaitu dosis 100mg/KgBB, 200mg/KgBB, 300mg/KgBB. Yang dilakukan dilaboratorium farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro pada bulan maret – april 2019. Metode pengumpulan diperoleh dari pemeriksaan glukosa darah tikus yang sudah diberi perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan saphiro-wilk. Dari hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya pengaruh pemberian ekstrak infusa jamur tiram dalam menurunkan kadar gula darah pada tikus putih dibandingkan dengan kelompok kontrol glibenclamide 3mg/KgBB. Penurunan kadar gula darah pemberian ekstrak infusa jamur tiram lebih besar sehingga pemberian ekstrak infusa jamur tiram memiliki efek hipoglikemik pada tikus diabetes, padapenelitian ini dosis ekstrak infusa jamur tiram yang efektif adalah dengan dosis 300mg/KgBB.

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Khoiriyah, M., Zuhriyah, A., & Basith, A. (2020). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK INFUSA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN WISTAR (Rattus norvegicus). JAPRI : Jurnal Penjas Dan Farmasi, 3(1), 33–43. Retrieved from http://journal.unugiri.ac.id/index.php/JAPRI/article/view/160