https://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/issue/feedFASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains2026-01-20T03:48:42+00:00Abdul Basithabdulbasith@unugiri.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh</strong> <br />Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji kami panjatkan ke hadirat Allah SWT segala Rahmat dan Inayah-Nya. </p> <p><strong>FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains </strong>Prodi Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri yang terdiri dari berbagai hasil pemikiran, pengkajian dan penelitian dibidang ilmu farmasi, kesehatan, dan sains terbit dua kali setahun pada Bulan Juli dan November. </p> <p>Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki kewajiban untuk menerbitkan jurnal sebagai media publikasi ilmiah dikalangan akademisi yang dihasilkan berdasarkan penelitian literer, maupun lapangan merasa perlu menyumbangkan ide, gagasan, pemikiran dalam bentuk tulisan untuk meningkatkan mutu keilmuan yang disebarluaskan kepada para akademisi khususnya dan masyarakat pada umumnya.</p> <ul> <li><strong>Judul Jurnal</strong> : FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains</li> <li><strong>P-ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230718170078603">3025-1508</a></li> <li><strong>E-ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230221511308750">2987-9841</a></li> <li><strong>Terbitan </strong>: 2 Kali Satu Tahun (Juli and November)</li> <li><strong>Pemimpin Redaksi </strong>: <a href="https://scholar.google.com/citations?user=SANFBSsAAAAJ&hl=id">Abdul Basith</a>, S.S., M.Pd.</li> <li><strong>Penerbit</strong> : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, Jawa Timur, Indonesia</li> <li><strong><strong>Fokus dan Ruang Lingkup : </strong></strong> <ol> <li>Farmasi Umum dan Apoteker</li> <li>Farmasi Klinis</li> <li>Farmasi Komunitas</li> <li>Farmasi Industri Herbal Tradisional </li> <li>Sains dan, Ilmu Pengetahuan Lain yang Relevan di Kesehatan.</li> </ol> </li> </ul>https://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/article/view/6262Analisa Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik pada Mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro2026-01-20T03:48:42+00:00Nawa Yantisawadikap484@gmail.com<p><strong>Latar belakang penelitian</strong> Analisa Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik pada Mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro pada bulan Maret sampai Juli 2025”. Penelitian ini <strong>bertujuan</strong> untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro sesuai dengan PERMENKES RI No. HK.02.02/Menkes/068/I/2010 tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik difasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah. <strong>Metode</strong> cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode non random sampling (tidak secara acak) atau Quota Sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 135 responden. Dalam penelitian ini, menunjukkan hasil dari kuesioner yang dibagikan dengan menggunakan Google Form tentang Pengetahuan Penggunaan Obat Generik pada Mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro dibagi dalam 2 dimensi yang berbeda dengan didapatkan hasil yang berbeda. Dari <strong>hasil</strong> uji Chi Square didapatkan Karakteristik dengan Tingkat pengetahuan yaitu : Jenis Kelamin dengan Tingkat Pengetahuan didapat nilai Sig (0,464), Tingkat Pengetahuan didaptkan nilai sig (0,180). <strong>Simpulan dan saran</strong> bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik terhadap tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi.</p>2026-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sainshttps://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/article/view/5548Identifikasi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi2025-11-25T04:22:53+00:00Khotimatul Khusnakhotimatul.usahid@gmail.comJenny MeganandaJennymegananda01@gmail.comRisma Sakti Pambudirismasaktip@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Penatalaksanaan hipertensi umumnya membutuhkan pengobatan terapi farmakologis jangka panjang yang umumnya mencakup pemakaian kombinasi lebih dari satu jenis obat untuk mencapai kontrol tekanan darah. Penggunaan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi antarobat, yang berpotensi menimbulkan efek merugikan pada pasien. <strong>Tujuan: </strong>Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan interaksi obat yang berpotensi terjadi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh dari arsip resep pasien hipertensi yang diperoleh di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi periode Januari hingga Maret 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 120 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan <em>Medscape Drug Interaction Checker</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 resep yang dianalisis, sebanyak 106 resep (88,3%) teridentifikasi memiliki potensi interaksi obat, sedangkan 14 resep (11,7%) dinyatakan tidak teridentifikasi potensi interaksi obat. Klasifikasi tingkat keparahan menunjukkan bahwa interaksi kategori moderate menjadi yang paling dominan dengan persentase 75,5%, diikuti oleh kategori mayor sebesar 15,8%, dan minor sebesar 8,7%. <strong>Simpulan dan saran:</strong> Disimpulkan bahwa mayoritas resep untuk pasien hipertensi dalam hasil penelitian ini mengindikasikan terjadinya potensi interaksi obat, dengan kategori tingkat keparahan terbanyak berada pada kategori moderate. Saran penelitian selanjutnya, dilakukan analisis hubungan interaksi obat dengan hasil terapi.</p>2026-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sainshttps://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/article/view/5707Eksplorasi Peran Apoteker sebagai Konselor Kesehatan Mental Melalui Pendekatan Farmakoterapi dan Psikososial2025-11-12T03:11:05+00:00Nova Andalas Sariandalassarinova@gmail.comDeswara Cintana Putrideswaraccinta@gmail.comTalita Maharani Cristianacristianatalita4@gmail.comFitri Dwi Amartafitridwiamarta@gmail.comEka Rahma Nurhidayahekarahmanurhidayah@gmail.comHeni Lutfiyatihenilutfiyati@unimma.ac.id<p><strong>Latar belakang:</strong> Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan seseorang dan produktivitas masyarakat. Jumlah masalah kesehatan mental di Indonesia semakin meningkat, sehingga dibutuhkan kerja sama para profesional kesehatan, termasuk apoteker, dalam memberikan dukungan melalui pengobatan dan layanan psikologis. Namun, peran apoteker sebagai konselor kesehatan mental belum sepenuhnya dikembangkan, terutama dalam menangani tantangan komunikasi dan efektivitas pendekatan pelayanan mereka. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran apoteker sebagai konselor kesehatan mental melalui pendekatan farmakoterapi dan psikososial di Rumah Sakit X Kota Magelang. <strong>Metode: </strong>Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) dengan apoteker dan pasien, kemudian dianalisis menggunakan teknik eksplikasi data berbantuan perangkat lunak NVIVO 12. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan bahwa apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang obat, memberi konseling terkait masalah psikologis serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya. Tantangan utamanya adalah kurangnya tenaga manusia, waktu yang terbatas untuk melayani pasien, serta stigma yang masih ada di kalangan pasien terkait kesehatan mental. Media komunikasi, baik yang online maupun offline, saling melengkapi dalam memperkuat hubungan dan interaksi terapeutik antara apoteker dengan pasien. <strong>Simpulan dan saran:</strong> Simpulan penelitian dan saran penelitian ke depannya.</p>2026-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sainshttps://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/article/view/5808Validasi Metode Analisis Dan Penetapan Kadar Asiklovir Menggunakan Pereaksi Ninhidrin Dan Asam Galat Dengan Spektrofotometri UV-Vis2025-12-03T01:18:03+00:00monicha edtyvaedtyvam98@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Asiklovir adalah obat antivirus yang aktif digunakan untuk mengobati infeksi HSV (<em>Herpes simplex virus</em>) tipe 1 dan virus tipe 2, obat ini juga berguna untuk pengobatan pada infeksi akibat varisela zoster virus. <strong>Tujuan: </strong>mencari metode alternatif untuk menganalis asiklovir sehingga didapat hasil produk yang stabil,murah,efisien dan mudah diterapkan untuk menentukan kadar asiklovir dalam sediaan.<strong>Metode: </strong>penelitian dilaboratorium meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin, serta dilakukan validasi metode analisis yang terdiri dari penentuan sensitivitas, linearitas, presisi, limit kuantifikasi, dan limit deteksi.<strong> Hasil:</strong> Terbentuknya kompleks hasil reaksi kondensasi/penggabungan antara Asiklovir dan Ninhidrin-Asam galat pada pH 5 berwarna ungu dengan serapan maksimum pada 543 nm diuji untuk mengevaluasi kandungan obat dalam formulasi secara kuantitatif. Kurva kalibrasi ditemukan linier hingga 30 µg/ml.<strong>Simpulan dan saran:</strong> metode analisis yang diusulkan telah terbukti sensitif dan reproduktif, sehingga cocok untuk penentuan asiklovir zat aktif maupun dalam bentuk sediaan farmasi.</p>2026-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sainshttps://journal.unugiri.ac.id/index.php/faskes/article/view/6240Identifikasi Flavonoid Hasil Pelarut Etil Asetat Pada Ekstrak Serai Dapur (Cymbopogon Ciratus) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis2026-01-17T12:16:04+00:00rohmad saifulrohmatsaifulrohmat010402@gmail.com<p>Serai dapur (Cymbopogon citratus) merupakan tanaman yang umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bagian batang, sedangkan daunnya belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun serai dapur berpotensi mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan flavonoid, menentukan keberadaan flavonoid secara kuantitatif, serta mengevaluasi efektivitas pelarut dalam proses ekstraksi flavonoid dari daun serai dapur.Ekstraksi daun serai dapur dilakukan menggunakan pelarut etil asetat. Identifikasi flavonoid dilakukan melalui skrining fitokimia yang ditandai dengan terbentuknya warna merah sebagai indikator hasil positif. Analisis kuantitatif flavonoid dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun serai dapur memberikan hasil positif pada uji flavonoid, yang dibuktikan dengan perubahan warna merah pada skrining fitokimia. Analisis spektrofotometri UV-Vis menunjukkan nilai absorbansi sebesar 0,834; 0,880; dan 0,889, yang mengindikasikan keberadaan senyawa flavonoid dalam ekstrak. Penggunaan etil asetat terbukti efektif dalam mengekstraksi flavonoid, sehingga mendukung optimalisasi pemanfaatan daun serai dapur sebagai sumber antioksidan alami.</p>2026-01-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains