Identifikasi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi
PDF Download: 5
DOI:
https://doi.org/10.32665/faskes.v4i2.5548Keywords:
Hipertensi, Interaksi Obat, Polifarmasi, Tingkat Keparahan Interaksi, Resep Pasien Rawat JalanAbstract
Latar belakang: Penatalaksanaan hipertensi umumnya membutuhkan pengobatan terapi farmakologis jangka panjang yang umumnya mencakup pemakaian kombinasi lebih dari satu jenis obat untuk mencapai kontrol tekanan darah. Penggunaan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi) dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi antarobat, yang berpotensi menimbulkan efek merugikan pada pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan interaksi obat yang berpotensi terjadi pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Data diperoleh dari arsip resep pasien hipertensi yang diperoleh di Rumah Sakit X Kabupaten Bekasi periode Januari hingga Maret 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 120 resep yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan Medscape Drug Interaction Checker. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 resep yang dianalisis, sebanyak 106 resep (88,3%) teridentifikasi memiliki potensi interaksi obat, sedangkan 14 resep (11,7%) dinyatakan tidak teridentifikasi potensi interaksi obat. Klasifikasi tingkat keparahan menunjukkan bahwa interaksi kategori moderate menjadi yang paling dominan dengan persentase 75,5%, diikuti oleh kategori mayor sebesar 15,8%, dan minor sebesar 8,7%. Simpulan dan saran: Disimpulkan bahwa mayoritas resep untuk pasien hipertensi dalam hasil penelitian ini mengindikasikan terjadinya potensi interaksi obat, dengan kategori tingkat keparahan terbanyak berada pada kategori moderate. Saran penelitian selanjutnya, dilakukan analisis hubungan interaksi obat dengan hasil terapi.
References
Anggun, A. F., Khusna, K., & Sakti, P. R. (2024). Hubungan Polifarmasi Dan Potensi Interaksi Obat Ranitidin Pasien Rawat Inap Di RSUD Simo Kabupaten Boyolali. JFST: Jurnal Farmasi Sains Dan Kesehatan, 2(1), 1.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi. (2019). Laporan Kasus Hipertensi di Kota Bekasi Tahun 2019.
Dumbreck, S., Flynn, A., Nairn, M., Wilson, M., Treweek, S., Mercer, S. W., Alderson, P., Thompson, A., Payne, K., & Guthrie, B. (2015). Drug-disease and drug-drug interactions: Systematic examination of recommendations in 12 UK national clinical guidelines. BMJ.
Fauziah, H., Mulyana, R., & Martini, R. D. (2020). Polifarmasi Pada Pasien Geriatri. Human Care Journal, 5(3), 804.
Fitriyah, S. (2018). Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Komorbiditas Hipertensi Periode 2016-2017.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan.
Khoerun, S. N. (2020). Identifikasi Potensi Interaksi Antar Obat Pada Resep Umum Di Apotek X Bulan Januari 2020. Farmaka, 18(3), 37–48.
Natalia, D. T. I., & Bestarian, A. S. S. (2024). Gambaran Karakteristik Demografi Pasien Hipertensi. Jurnal Penelitian Keperawatan, 10(12), 290–297.
Nurlaelah, I., Mukaddas, A., & Faustine, I. (2015). Study Of Drug Interaction In Treatment Of Diabetes Melitus With Hypertension In Outpatient Installation In Rsud Undata Palu Period March-June 2014. Galenika Journal of Pharmacy, 1(1), 35–41.
Oktianti, D., Septina Widyadewi, P. P., & Wati, D. R. (2023). Identfikasi Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Rs X Denpasar Periode Oktober Desember 2021. INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 6(2), 82. https://doi.org/10.21927/inpharnmed.v6i2.2578
Panggabean, A., Sriwahyuni, F., & Aldi, Y. (2023). Penyesuaian dosis obat pada pasien penyakit ginjal kronis serta hubungannya dengan outcome terapi. Jurnal Prima Medika Sains, 5(1), 25. https://doi.org/10.34012/jpms.v5i1.3552
Permatasari, J., Dinda, M. A., & Ilmi, M. (2024). Analisis Interaksi Obat Antihipertensi Pada Resep Polifarmasi Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Di Kabupaten Batang Hari Periode Januari - Maret Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 23–28.
Rahmawaty, A., & Pratiwi, Y. (2022). Kajian Drug Related Problems (DRPs) Interaksi Obat dalam Peresepan Polifarmasi pada Pasien Prolanis di Fasilitas Kesehatan Dasar Dokter X Kabupaten Kudus. Cendekia Journal of Pharmacy, 1(6), 13–25.
Rosyada, A. A. (2020). Kejadian Hipertensi pada Usia 45-65 Tahun. Higeia Journal Of Public Health Research And Development, 4(3), 506–518.
https://doi.org/10.15294/higeia.v4iSpecial%203/40392
Sari, Y. (2017). Berdamai dengan Hipertensi. Bumi Medika.
Sofia, A. K., & Sakti, P. R. (2024). Gambaran Potensi Interaksi Obat Hipoglikemia Oral (OHO) dengan Obat Lain pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Pajang. FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, Dan Sains, 2(2), 58–75. https://doi.org/10.32665/faskes.v2i2.3298
Susanti, R., Renggana, H., Sadino, A., Rikardo, R., Farhan, Z., & Sujana, D. (2023). Kajian Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Klinik “X” Kabupaten Garut. Jurnal Ilmu Farmasi Dan Farmasi Klinik, 20(1), 37–42.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
PDF Download: 5









