Evaluasi Pembelajaran Berbasis Vignette terhadap Kemampuan Pengambilan Keputusan Swamedikasi Mahasiswa D3 Farmasi

Abstract View: 0,
Download: 1

Authors

  • Jihan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Syifa Dini Ilmiah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Ana Pauziah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Safina Azzahria Zalda Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Nabilah Nur Ariqoh Fuadiati Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Nor Azizah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.32665/faskes.v4i1.7026

Keywords:

Swamedikasi, Vignette, Pembelajaran Berbasis Kasus, Pengambilan Keputusan

Abstract

Latar belakang: Kemampuan pengambilan keputusan swamedikasi penting dimiliki mahasiswa D3 Farmasi karena pelayanan swamedikasi menuntut ketepatan pemilihan obat, edukasi penggunaan obat, dan keputusan rujukan. Pembelajaran berbasis vignette dapat digunakan sebagai strategi untuk melatih mahasiswa menganalisis kasus yang menyerupai situasi pelayanan kefarmasian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan kemampuan pengambilan keputusan swamedikasi mahasiswa D3 Farmasi sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis vignette. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 15 mahasiswa D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang memiliki data pretest dan posttest lengkap. Instrumen berupa 10 vignette swamedikasi dengan rubrik lima komponen, yaitu golongan obat, nama obat, dosis/frekuensi, edukasi, dan keputusan rujukan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rerata skor meningkat dari 42,00±6,78 pada pretest menjadi 42,33±7,68 pada posttest, namun tidak berbeda bermakna secara statistik (p=0,723). Peningkatan terlihat pada komponen golongan obat dan edukasi. Simpulan dan saran: Pembelajaran berbasis vignette menunjukkan kecenderungan perbaikan pada beberapa komponen kemampuan swamedikasi, meskipun peningkatan skor total belum bermakna secara statistik. Pembelajaran ini dapat dikembangkan melalui latihan berulang, umpan balik terstruktur, dan penilaian keterampilan praktik.

References

Bencharif, K., Amamra, A., & Haffaf, I. (2021). Traditional teaching versus active learning in health education: A review. Journal of Education and Health Promotion, 10, 168. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_1024_20

Blenkinsopp, A., Paxton, P., & Blenkinsopp, J. (2022). Symptoms in the pharmacy: A guide to the management of common illnesses (9th ed.). Wiley-Blackwell.

Cant, R. P., & Cooper, S. J. (2017). Use of simulation-based learning in undergraduate nurse education: An umbrella systematic review. Nurse Education Today, 49, 63–71. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2016.11.015

Daniel, M., Rencic, J., Durning, S. J., Holmboe, E., Santen, S. A., Lang, V., Ratcliffe, T., Gordon, D., Heist, B., Lubarsky, S., Estrada, C. A., Ballard, T., Artino, A. R., Jr., Da Silva, A. S., Cleary, T., Stojan, J., & Gruppen, L. D. (2019). Clinical reasoning assessment methods: A scoping review and practical guidance. Academic Medicine, 94(6), 902–912. https://doi.org/10.1097/ACM.0000000000002618

Hughes, R., & Huby, M. (2002). The application of vignettes in social and nursing research. Journal of Advanced Nursing, 37(4), 382–386. https://doi.org/10.1046/j.1365-2648.2002.02100.x

Jihan, J., Hidayah, R. N., & Widyandana. (2023). The use of simulated patient in online self-medication practice in pharmacy education. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education, 12(4), 401–409. https://doi.org/10.22146/jpki.76655

Kononowicz, A. A., Woodham, L. A., Edelbring, S., Stathakarou, N., Davies, D., Saxena, N., Tudor Car, L., Carlstedt-Duke, J., Car, J., & Zary, N. (2019). Virtual patient simulations in health professions education: Systematic review and meta-analysis by the Digital Health Education Collaboration. Journal of Medical Internet Research, 21(7), e14676. https://doi.org/10.2196/14676

McLean, S. F. (2016). Case-based learning and its application in medical and health-care fields: A review of worldwide literature. Journal of Medical Education and Curricular Development, 3, JMECD.S20377. https://doi.org/10.4137/JMECD.S20377

Parmar, P., & Krishnamurthy, K. (2023). Case-based learning and clinical reasoning in health profession education: A review. Cureus, 15(1), e33421. https://doi.org/10.7759/cureus.33421

Kemenkes RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Pub. L. No. 73 Tahun 2016.

Thistlethwaite, J. E., Davies, D., Ekeocha, S., Kidd, J. M., MacDougall, C., Matthews, P., & Clay, D. (2012). The effectiveness of case-based learning in health professional education: A BEME systematic review. Medical Teacher, 34(6), e421–e444. https://doi.org/10.3109/0142159X.2012.680939

World Health Organization (Ed.). (2000). Guidelines for the regulatory assessment of medicinal products for use in self-medication. World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/66154

Downloads

Published

29.07.2026
Abstract View: 0, PDF Download: 1