Pengaruh Behaviour Change Technique terhadap Self-Care dan Glukosa Darah Puasa pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskemas Banjarbaru
DOI:
https://doi.org/10.32665/faskes.v4i1.7150Keywords:
Behaviour Change Technique, Self-care, Glukosa Darah Puasa, Diabetes Mellitus Tipe 2Abstract
Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Berdasarkan Riskesdas, di Kalimantan Selatan tercatat 77.997 pasien diabetes pada tahun 2020. Behaviour Change Technique (BCT) merupakan intervensi terstruktur yang meliputi pemberian informasi, penguatan positif, dan penetapan tujuan untuk meningkatkan kemampuan self-care pasien diabetes mellitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan BCT terhadap self-care dan kadar glukosa darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 173 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Puskesmas Sungai Besar, dan Puskesmas Cempaka yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), lembar intervensi BCT,data rekam medis. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi BCT, self-care pasien didominasi kategori baik (76,9%) dan meningkat menjadi 91,9% setelah intervensi, sedangkan kategori buruk menurun dari 23,1% menjadi 8,1%. Persentase kadar glukosa darah puasa terkontrol meningkat dari 37,6% menjadi 70,5%, sedangkan kategori tidak terkontrol menurun dari 62,4% menjadi 29,5%. Kesimpulan : Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa intervensi BCT berpengaruh signifikan terhadap self-care dan kadar glukosa darah puasa (p = 0,000 < 0,05).
References
Ali, A., Rahman, B., & Yusuf, C. (2024). Metodologi penelitian eksperimental dalam ilmu kesehatan. Pustaka Medika.
American Diabetes Association. (2017). Standards of Medical Care in Diabetes—2017. Diabetes Care, 40(Suppl. 1), S1–S135.
American Diabetes Association. (2023). Prevention or delay of diabetes and associated comorbidities: Standards of care in diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S41–S48. https://doi.org/10.2337/dc23-S003
Arini, H. N., Anggorowati, A., & Pujiastuti, Rr. S. E. (2022). Dukungan keluarga pada lansia dengan diabetes melitus tipe II: Literature review. NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 7(2), 172–180. https://doi.org/10.30659/nurscope.7.2.172-180
Budiono, & Prasetia, A. (2022). Studi Perbandingan Hasil Uji Wilcoxon pada Data Hasil Pengukuran dan Hasil Kategori Data Penelitian Kesehatan Tingkat Stress, Tekanan Darah dan Motorik Halus. Jurnal Ilmiah Pamenang, 4(2), 8–15.
Chaidir, R., dkk. (2017). Hubungan self-care dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. STIKes YARSI Bukittinggi.
Dewi, & Sudaryanto. (2020). Validitas dan reliabilitas kuisioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan demam berdarah. Prosiding Seminar Nasional Keperawatan (SEMNASKEP), 73–79. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2020). Laporan data penyakit diabetes mellitus. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2022). Laporan Data Penyakit Diabetes Mellitus.
Elis Anggeria, Rahmaini Fitri Harahap, Kristina L Silalahi, Parida Hanum, Verawaty Fitrinelda Silaban (2022). The effectiveness of Diabetes Self-Management Education (DSME) with self-acceptance and self-care for diabetes mellitus patients. Indian Journal of Forensi 16:140–4. Medicine & Toxicology https://doi.org/10.37506/ijfmt.v16i3.1827
Etlidawati, Muhammad, F.R, Diyah Y, Kris L. (2024). Self-Management Education pada pasien diabetes melitus. Faletehan Health Journal. 11 (1) 45-50. ISSN 2088-673X / E-ISSN 2597-8667.
Hidayah, M. (2019). Hubungan perilaku self-management dengan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pucang Sewu, Surabaya. Amerta Nutrition, 3(3), 176–182. https://doi.org/10.20473/amnt.v3i3.2019.176-182
International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.
Ju Ying Ang, Leo J-S., George D., Chan., H. K. (2018). Inadequate Self-Care Behaviors among Malaysian Diabetic Patients: The Need for Action by Hospital Pharmacists. J Pharm Pract Community Med, 4, 51–54.
Kartika AW, W W, Rekawati E (2021). Diabetes Self Management Education (DSME) Intervention to Improve Self-Care Management of Diabetes Mellitus Patients. Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Science) 9:151–7. https://doi.org/10.21776/ub.jik.2021.009.0 2.2.
Maniero, C., Lopuszko, A., Papalois, K. B., Gupta, A., Kapil, V., & Khanji, M. Y. (2023). Non-pharmacological factors for hypertension management: A systematic review of international guidelines. European Journal of Preventive Cardiology, 30(1), 17–33. https://doi.org/10.1093/eurjpc/zwac163
Michie, S., Richardson, M., Johnston, M., Abraham, C., Francis, J., Hardeman, W.,Eccles, M. P., Cane, J., & Wood, C. E. (2016). The Behavior ChangeTechnique Taxonomy (v1) of 93 Hierarchically Clustered Techniques:Building an International Consensus for the Reporting of Behavior ChangeInterventions. Annals of Behavioral Medicine, 46(1), 81–95. https://doi.org10.1007s12160-013-9486-6
Nouwen, A., Winkley, K., Twisk, J., Lloyd, C. E., Peyrot, M., Ismail, K., & Pouwer, F. (2019). Type 2 diabetes mellitus as a risk factor for the onset of depression: A systematic review and meta-analysis. Diabetologia.
Pal, K., Eastwood, S. V., Michie, S., Farmer, A. J., Barnard, M. L., Peacock, R., & Murray, E. (2018). Computer-based diabetes self-management interventions for adults with type 2 diabetes mellitus. Cochrane Database of Systematic Reviews. https://doi.org/10.1002/14651858.CD008776.pub2
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Ramadhani, S., Fidiawan, A., Andayani, T. M., & Endarti, D. (2019). Pengaruh self-care terhadap kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 9(2). https://doi.org/10.22146/jmpf.44535
Rezaalf, R. (2021). Pengolahan data penelitian kuantitatif dengan SPSS. Media Sains.
Roflin, E., Liberty, I. A., & Pariyana. (2021). Populasi, sampel, variabel dalam penelitian kedokteran (M. Nasrudin, Ed.). PT Nasya Expanding Management.
Schmitt, A., Gahr, A., Hermanns, N., Kulzer, B., Huber, J., & Haak, T. (2013). The Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ): Development and evaluation of an instrument to assess diabetes self-care activities associated with glycaemic control. Health and Quality of Life Outcomes, 11(1), Article 138. https://doi.org/10.1186/1477-7525-11-138
Schmitt, A., Reimer, A., Hermanns, N., et al. (2016). Assessing diabetes self-management with the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) can help analyse behavioural problems related to reduced glycaemic control. PLOS ONE, 11(3), e0150774. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0150774
Sudyasih, T., Lutfi, & Asnindari, N. (2021). Hubungan usia dengan self-care pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(1).
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryani, E. (2020). Tahapan editing, coding, tabulasi, entry, dan cleaning dalam penelitian kesehatan. Jurnal Analisis Data, 6(1), 12–21.
Viddy, A. (2024). Penelitian vokasi. Uwais Inspirasi Indonesia.
World Health Organization. (2021). Global Diabetes Compact. Geneva: World Health Organization
Wulandari, F. (2017). Pentingnya cleaning data dalam penelitian kuantitatif. Jurnal Statistika Indonesia, 2(2), 99–106.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
PDF Download: 2











