KONSTRUKSI EPISTEMOLOGI KEADILAN POLIGAMI DALAM TAFSIR AL-MĪZĀN: ANALISIS KRITIS QS. AN-NISA’ [4]: 3 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP WACANA HUKUM KELUARGA KONTEMPORER

Abstract View: 0,
Download: 0

Authors

  • Sahril Sahril sidik UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Mohamad Athoillah UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Zaelani UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v9i1.5910

Keywords:

Epistemologi Keadilan, Poligami, Tafsir Al-Mizan, Thabathaba’i, Hukum Keluarga Kontemporer.

Abstract

Perdebatan mengenai poligami dalam hukum Islam sering kali berpusat pada konsep 'keadilan' yang termaktub dalam QS. An-Nisa': 3. Ayat ini sering digunakan sebagai pembenaran, namun penafsirannya sangat beragam. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep keadilan dalam konteks poligami melalui perspektif unik Allamah Thabathaba'i dalam tafsir monumentalnya, Al-Mizan. Penelitian ini merupakan studi kualitatif kepustakaan ( penelitian kepustakaan ) dengan metode analisis isi ( analisis isi ). Sumber utamanya adalah penafsiran Thabathaba'i atas QS. An-Nisa': 3 yang dikaji melalui metode khasnya, tafsir al-Qur'an bi al-Qur'an (menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thabathaba'i memaknai 'keadilan' bukan sekadar menyediakan materi yang setara, melainkan sebuah standar multidimensi yang mencakup kesetaraan emosional, psikologis, dan spiritual, yang secara praktis tidak mungkin dicapai manusia biasa. Kesimpulannya, penafsiran rasional-filosofis Thabathaba'i menyajikan ayat ini bukan sebagai lisensi poligami, melainkan sebagai syarat yang sangat restriktif, yang secara halus menekankan monogami sebagai prinsip ideal untuk mencapai keadilan dalam keluarga.

Author Biographies

Mohamad Athoillah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Dosen Tetap S1 dan S2 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Zaelani, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Alumni S2 Prodi Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Downloads

Published

2026-06-25
Abstract View: 0, Pdf Download: 0