IMPLIKASI HAQIQAH, MAJAZ, DAN TA’WIL DALAM PERBEDAAN ISTINBATH HUKUM ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v9i1.6749Keywords:
haqiqah, majaz, ta'wil, istinbath hukumAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kekosongan kajian terdahulu yang masih berfokus pada dimensi konseptual teoritis semata, sehingga belum mengkaji secara spesifik mengenai pengaruh operasionalisasi perangkat bahasa terhadap perbedaan produk hukum fiqih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan implikasi penggunaan konsep haqiqah, majaz, dan ta’wil sebagai instrumen kebahasaan dalam ushul fiqh terhadap lahirnya keragaman pendapat hukum di kalangan ulama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui jenis studi kepustakaan (library research), di mana pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi terhadap literatur ushul fiqh primer maupun sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga konsep linguistik tersebut merupakan satu kesatuan sistem kontrol hermeneutika yang bekerja secara hierarkis dan logis dalam menginterpretasikan teks suci demi menjaga keseimbangan antara kepastian tekstual dan elastisitas hukum. Implikasi nyata dari perbedaan penentuan status semantik lafaz ini menjadi akar metodologis yang mengendalikan polarisasi kesimpulan hukum praktis di antara para imam mazhab, seperti pada penetapan hukum pembatalan wudhu, masa iddah wanita, sanksi pidana sodomi, hingga komoditas zakat fitrah.
Downloads
Published
Issue
Section
Pdf Download: 0






