TINJAUAN HUKUM PIDANA ISLAM TERHADAP SANKSI TA’ZIR DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-HASYIMIYAH DARUL ULUM SIPAHO

Abstract View: 32,
Download: 12

Authors

  • Candra Kiki UIN Sumatra Utara
  • Sahliah

DOI:

https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v9i1.6929

Keywords:

Ta’zir, Fikih jinayah, Maqashid Syariah, Pesantren, Pendidikan Islam.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sanksi taʿzir di Pondok Pesantren Modern Al-Hasyimiyah Darul Ulum Sipaho dalam perspektif fiqh jinayah dan maqasid al-syari‘ah, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip keadilan, proporsionalitas, dan kemaslahatan dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara lapangan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pola berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, taʿzir merupakan instrumen hukum Islam yang sah dan fleksibel dalam menegakkan disiplin serta membina akhlak santri. Namun, dalam praktiknya, ditemukan bahwa beberapa bentuk sanksi yang bersifat fisik atau dilakukan di hadapan publik belum sepenuhnya selaras dengan prinsip maqasid al-syari‘ah, khususnya dalam aspek perlindungan terhadap jiwa (hifz al-nafs) dan kehormatan (hifz al-‘ird). Selain itu, penerapan sanksi tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang memengaruhi pembentukan kesadaran moral santri. Dari perspektif hukum positif, praktik tersebut juga perlu disesuaikan dengan prinsip perlindungan anak dan nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan taʿzir di lingkungan pesantren perlu direformulasi menuju model taʿzir al-tarbawi yang bersifat edukatif, proporsional, dan humanis. Model ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara penegakan disiplin dan pembinaan karakter, sehingga tujuan pendidikan Islam dalam membentuk kesadaran moral intrinsik dapat tercapai secara optimal.

Downloads

Published

2026-06-29
Abstract View: 32, Pdf Download: 12