Penggunaan Media Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi COVID-19

Authors

  • Siti Aisyah Universitas Ahmad Dahlan
  • Muhammad Alif Kurniawan Universitas Ahmad Dahlan

Keywords:

Media pembelajaran, Pandemi , Covid-19, WhatsApp

Abstract

Pandemi covid-19 telah telah mengubah tatanan hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Pemerintah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat untuk mencegah kerumunan guna menghindari penyebaran covid-19. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, pemerintah mengalihkan kegiatan belajar mengajar di kelas atau konvensional menjadi kelas daring atau virtual. Fenomena ini tentunya menjadi hal baru yang dialami pendidik dan peserta didik karena harus menggunakan media pembelajaran daring untuk menghubungkan satu sama lain. Penggunaan media pembelajaran daring selama pandemi covid-19 bisa menjadi alternatif pilihan untuk memberikan rasa aman dalam belajar mengajar. Banyak sekali media pembelajaran daring yang tersedia seperti Zoom, WhatsApp, Google Classroom, Google Meeting, Edmodo dan lainnya. Namun guru harus pintar dalam memilih media pembelajaran yang tepat sesuai peruntukannya dengan menimbang kesiapan dan kondisi siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang sering digunakan guru dan disukai oleh siswa yaitu WhatsApp Group dikarenakan mudah untuk diakses dan tidak membutuhkan banyak kuota untuk mengaksesnya. Namun kendala yang sering dialami siswa saat pembelajaran daring pada masa pandemi yaitu sulit memahami materi pelajaran, belum lagi tugas yang diberikan guru relatif banyak. Oleh karena itu pembelajaran daring ini membuat siswa tidak senang menjalaninya.

Downloads

Published

02-08-2021

How to Cite

Aisyah, S., & Muhammad Alif Kurniawan. (2021). Penggunaan Media Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA), 1(1), 48–56. Retrieved from http://journal.unugiri.ac.id/index.php/jurmia/article/view/195