KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS HUMANISTIK DAN SPIRITUAL: ANALISIS KOMPARATIF PEMIKIRAN MONTESSORI, ULWAN, DAN KI HAJAR DEWANTARA

Abstract View: 16,
Download: 39

Authors

  • Gattan Rafani Azzam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32665/abata.v6i1.6279

Keywords:

PAUD; Nilai Spiritual; Montessori; Ulwan; Ki Hajar Dewantara

Abstract

Pendidikan anak usia dini sering kali masih berfokus pada pencapaian akademik, terutama kemampuan kognitif seperti membaca, menulis, dan berhitung. Di sisi lain, dimensi humanistik dan spiritual yang berperan dalam pembentukan karakter belum selalu mendapat perhatian yang seimbang. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pendidikan anak dapat mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus membangun nilai moral dan kesadaran sosial. Penelitian ini berupaya menelaah persoalan tersebut melalui analisis komparatif terhadap pemikiran Maria Montessori, Abdullah Nasih Ulwan, dan Ki Hajar Dewantara. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif melalui library research, dengan menelaah karya utama ketiga tokoh serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Montessori menekankan kemandirian belajar melalui lingkungan yang mendorong eksplorasi anak, Ulwan memberi perhatian pada pembinaan akhlak dan spiritualitas dalam keluarga, sedangkan Dewantara menghubungkan pendidikan dengan nilai kemanusiaan dan budaya melalui konsep Tri Pusat Pendidikan. Ketiganya memiliki titik temu pada pandangan bahwa anak adalah subjek pendidikan yang perlu berkembang secara holistik. Kerangka konseptual yang dihasilkan menekankan integrasi kemandirian belajar, pembinaan moral-spiritual, serta nilai kemanusiaan dan budaya dalam pendidikan anak usia dini.

References

Al Umairi, M., Nabila, P. S., Devani, A. A., & Zaidah, U. R. I. (2024). Strategi pola asuh orang tua dalam mengembangkan aspek spiritual dan sosial pada anak usia dini. ABATA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4 (2), 108–116. https://doi.org/10.32665/abata.v4i2.3304.

Almuhajir. (2021). Concept analysis of the Tarbiyatul Aulād fī Al-Islām Abdullah Nashih Ulwan: Children’s social education paying attention to the rights of others in forming independent character. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 32 (2), 205–222. https://doi.org/10.33367/tribakti.v32i2.1590.

Apriansah, Z. D., & Wanto, D. (2022). Nilai-nilai pendidikan budi pekerti menurut Ki Hadjar Dewantara dan relevansi dengan kebijakan pendidikan karakter. LITERASI: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 1 (2), 118–127.

Badar, S., Muhammad, D. H., & Susandi, A. (2022). Konsep pendidikan karakter anak usia dini menurut Ki Hajar Dewantara dan Maria Montessori. Al-Muaddib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 4 (1), 63–79. https://doi.org/10.46773/muaddib.v4i1.188.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Pearson Education.

Ferary, D. (2021). On Ki Hadjar Dewantara’s philosophy of education. Nordic Journal of Comparative and International Education (NJCIE), 5 (2), 65–78. https://doi.org/10.7577/njcie.4156.

Isnaini, M., Amelia, P. R., & Ballianie, N. (2022). Abdullah Nashih Ulwan’s perspective of child education concepts and its relevance to religious character formation in the family environment. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8 (2), 224–244. https://doi.org/10.19109/tadrib.v8i2.

Kartal, A., & Celik, S. (2022). Montessori model in primary education: A meta-synthesis study. Gazi Eğitim Fakültesi Dergisi, 42 (2), 1109–1142. https://doi.org/10.17152/gefad.976284.

Miljkovic, M. (2022). Holistic approach to early childhood in Montessori pedagogy. Nastava I Vaspitanje, 71 (3), 425–437. https://doi.org/10.5937/nasvas2203425M.

Ningrum, N. P. W., Pane, F. M. J., & Yani, K. S. I. (2022). Pendidikan anak usia dini: Perannya dalam membangun karakter dan tumbuh kembang anak usia dini. Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 1 (1), 98–102.

Niyarci, D., & Setiawan, D. (2022). Perkembangan pendidikan abad 21 berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara. Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 2 (1), 47–55.

Nugrahanta, G. A., Parmadi, E. H., Sekarningrum, H. R. V, Swandewi, N. K., & Prasanti, F. T. V. (2023). Kontribusi literasi berbasis pendekatan Montessori terhadap karakter rasa ingin tahu anak usia 7 tahun. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 7 (1), 187–200. https://doi.org/10.30601/dedikasi.v7i1.3533.

Oliveira, D. S., Martins, D. R. G., Oliveira, C. C., Silva, C. R., Silva, R. R., & Silva, J. E. (2021). O método Montessori na educação básica: Uma revisão sistemática da literatura. Research, Society and Development, 10 (5). https://doi.org/10.33448/rsd-v10i5.15300.

Putri, F. K. A., Husna, M. J., & Nihayah, S. A. (2023). Implementasi teori belajar humanistik dalam pembelajaran dan pembentukan karakter anak. Tinta Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2 (1), 33–40. https://doi.org/10.35878/tintaemas.v2i1.772.

Saihu, M., & Umar, N. (2021). The humanization of early childhood education. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13 (1), 173–185. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.419.

Setiyadi, B., & Rahmalia, R. (2022). Implementasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Mengelola Lembaga Pendidikan. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 6 (3).

Tafiudin, M. (2021). Children education in the book of Tarbiyatul Aulad Fil Islam based on Abdullah Nashih Ulwan’s philosophy. Tadibia Islamika, 1 (1), 21–32.

Wibowo, B. A., Utama, W. W. I., & Arwansyah, Y. B. (2022). The relevance of Ki Hadjar Dewantara’s ideas to character education in the 2013 Indonesian curriculum. KnE Social Sciences, 958–972.

Yuliastutie, & Linda, K. (2022). Pengaruh pendekatan metode Montessori dalam membentuk karakter kemandirian pada anak usia dini. Arus Jurnal Pendidikan, 2 (2), 185–195.

Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.

Downloads

Published

2026-03-15

Issue

Section

Articles
Abstract View: 16, pdf Download: 39