CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI PERKALIAN

  • Nurul Ilmiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
Keywords: Multiplication, Perkalian, Multiplicative Thinking, Additive Thingking

Abstract

Multiplication is one of the important materials taught in elementary school because it is very often found its application in everyday life. In addition, mathematical topics for higher levels still use multiplication operations. In essence the plot is a recurrent sum, but not necessarily the multiplication concept is taught in a way that depends only on repeated summations. Students need to be trained to shift from thinking adding (additive thinking) to multiplicative thinking. Multiplicative Thinking is a prerequisite for being able to solve problems involving fractions, decimal numbers, percent numbers, and comparisons. The purpose of writing this article is to identify and describe the way of thinking elementary school students, especially students in grade 3 and 4 in solving multiplication counting problems. The classification of students into the form of multiplicative or additive ways of thinking seen from the work of students then grouped based on its characteristics.

 

Perkalian merupakan salah satu materi penting yang diajarkan pada jenjang sekolah dasar karena amat sering dijumpai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, topik-topik matematika untuk jenjang ynag lebih tinggi masih menggunakan operasi perkalian. Pada dasarnya perklaian merupakan penjumlahan yang berulang, namun tidak seharusnya konsep perkalian diajarkan dengan cara hanya bergantung pada penjumlahan berulang semata. Siswa perlu dilatih untuk bergeser dari berpikir penjumlahan (additive thinking) ke berpikir perkalian (multiplicative thinking). Multiplicative Thinking adalah prasyarat untuk untuk dapat menyelesaikan permasalahann yang melibatkan pecahan, bilangan desimal, bilangan persen, dan perbandingan. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan cara berpikir siswa sekolah dasar terutama siswa kelas 3 dan 4 dalam menyelesaikan soal operasi hitung perkalian. Adapun pengklasifikasian siswa ke dalam bentuk cara berpikir multiplicative atau additive dilihat dari hasil pekerjaan siswa kemudian dikelompokkan berdasarkan ciri-cirinya.

References

[1] Parmjit. Evolvement of Multiplicative Thinking in Children’s Learning. Mara University of Technology, Malaysia (2004).
[2] Shadiq, Fajar. Pemecahan Masalah, Penalaran, dan Komunikasi. Disampaikan pada diklat Instruktur/ Pengembang Matematika SMA jenjang Dasar. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika (2004).
[3] NCTM. Principles and Standards for School Mathematics. USA: Key Curriculum Press (2000).
[4] Solso, R. L. Psikologi Kognitif. Edisi Kedelapan. Boston: Allyn dan Baccon (2008).
[5] Rochmad. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika beracuan Konstruktivisme yang Melibatkan Penggunaan Pola Pikir Induktif-Deduktif (Model PMBK-ID) untuk siswa SMP/ MTs. Disertasi. Surabaya: Unesa (2009).
[6] Tim PPPPTK. Pembelajaran Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah di SD. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (2009).
[7] Jacob, Lorraine & Willis, Sue. Recognising the Difference Between Additive Thinking and Multiplicative Thinking in Young Children. Proceedings of the 24th Conference of the Mathematics Education Research Group of australia. Sydney: Mathematics Education Research Group of Australia (2001).
[8] Siemon, Dianne., Breed, Margarita & Virgona, Jo. -. From Additive to Multiplicative Thinking – The Big Challege of the Middle Years. RMIT University. School of Education.
[9] Jacob, Lorraine & willis, Sue. - . The Development of Multiplicative Thinking in Young Children. Sydney: Mathematics Education Research Group of Australia.
[10] Santrock, John W. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana (2010).
[11] Winkel, W. S. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi (2004).
[12] Siemon, Dianne. Multiplicative thinking. RMIT University: A keynote address, Presented to the Mornington MAV Regional In-Service Conference (2008).
Published
2018-04-15